Edukasi Pengelolaan Hutan Rakyat Sebagai Penghasil Bahan Baku Industri Kayu Olahan di Desa Beraban Kabupaten Parigi Moutong

Authors

  • Andi Sahri Alam Universitas Tadulako
  • Erniwati Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.56778/jabdimasbioedukes.v1i1.162

Keywords:

Community Forest, Timber Industry

Abstract

Permintaan masyarakat terhadap kayu semakin meningkat sejak pemerintah memberlakukan moratorium atau jeda penebangan. Dengan kebijakan tersebut, pasokan kayu dari hutan negara ke industri pengolahan kayu juga semakin berkurang. Dengan kondisi tersebut, hutan rakyat muncul sebagai alternatif sumber pasokan bahan baku. Pembangunan kehutanan akan terus ditingkatkan dan diarahkan untuk menjamin kelangsungan pasokan dan perluasan berbagai hasil hutan untuk pengembangan industri, sehingga dapat menghasilkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, serta meningkatkan sumber pendapatan negara dan mendorong pembangunan daerah. , serta tetap menjaga fungsinya sebagai salah satu penentu keseimbangan ekosistem dalam menjaga tata air, plasma nutfah, kesuburan tanah, dan iklim. Pengembangan hutan rakyat yang telah dibudidayakan dan terbukti sangat bermanfaat, tidak hanya bagi pemiliknya, namun juga bagi masyarakat dan lingkungan. Sejak saat itu, muncul keyakinan bahwa hutan rakyat mempunyai potensi besar dalam kancah pengelolaan hutan nasional. Pengabdian ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan langsung masyarakat melalui kelompok mitra. Program ini akan dilaksanakan di Desa Beraban, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini melibatkan kelompok mitra yaitu kelompok masyarakat “Hutan Rakyat” yang beranggotakan 20 orang. Program pengabdian ini akan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memahami makna dan pentingnya pengelolaan hutan rakyat, manfaat hutan rakyat, serta pengelolaan hutan rakyat, pemilihan jenis pohon dan cara pengolahan batangnya untuk dijadikan bahan baku industri. sehingga model yang dihasilkan sesuai tren dan mempunyai nilai jual yang tinggi. tinggi. Selama ini masyarakat hanya menebang pohon seperlunya tanpa mempertimbangkan apakah pohon tersebut layak untuk dipanen atau tidak, tanpa memilah terlebih dahulu dengan mengelompokkannya berdasarkan jenis dan kebutuhan pasar serta masyarakat menjual pohon tersebut dalam bentuk kayu bulat. padahal jenis kayu dan model hasil desainnya sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar. Hal ini juga berdampak pada harga jual yang meningkat jika dirancang dengan baik. Masyarakat juga terkadang menjual kayu tanpa mengetahui harga pasar, sehingga menjualnya di bawah harga dasar. Dengan adanya program pengabdian ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan jenis dan kualitas kayu serta mengetahui kelayakan harga jual menurut analisa keuangan. Proses kegiatan program pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan yang meliputi: 1. Penyuluhan; A). Pemberian Materi Pemahaman Hutan Kemasyarakatan, b). Pemilihan jenis pohon yang cocok untuk ditanam, c). Pengolahan kayu. 2. Pelatihan teknis: a). Pelatihan Teknik Menggergaji b). Pelatihan Teknik Pemotongan Kayu, Teknik Pengeringan Kayu dan Teknik Pengawetan Kayu. Pelatihan non teknis yang meliputi: Pemasaran Hasil, manajemen kewirausahaan, penguatan kelembagaan kelompok. Metode pelaksanaannya adalah metode penyuluhan dan pelatihan. Selain itu, program ini menggunakan pendekatan learning by doing, artinya belajar sambil bekerja/berusaha melalui pendampingan kelompok. Salah satu tujuan program pengabdian adalah mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Untuk mewujudkan hal tersebut, kegiatan program ini selain mengembangkan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat dan pengetahuan proses pasca panen.

Author Biographies

Andi Sahri Alam, Universitas Tadulako

Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan

Erniwati, Universitas Tadulako

Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan

References

Anwar. 2018. Potensi Dan Prospek Pengembangan Hutan Rakyat Di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesitengah. Warta Rimba. 6(1).

Apriliana, F. (2020). Pengaruh Kombinasi Tebal dan Orientasi Sudut Lamina Terhadap Karakteristik Cross Laminated Timber Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen). Tesis. Institut Pertanian Bogor.

Cipta. S. W., Sitorus. S. R. P., Lubis, D. P. (2017). Pengembangan Komoditas Unggulan Di Wilayah Pengembangan Tumpang Kabupaten Malang. Jurnal Kawistara, 7 (2), 121–133.

Ekawati, S., S. Suharti, Dan S. Anwar. 2020. Bersama Membangun Perhutanan Sosial. IPB Press. Bogor,Indonesia.

Fatmawati, I., Fatmawati, & Lestari, S. (2018). Kelayakan Finansial Agroindustri Kopi Lengkuas di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Jurnal Agriekonomika, 7 (2), 176–187.

Fausan, H., E. Sulistyawati, Dan T. Lastini. 2019. Strategi Pengelolaan Untuk Pengembangan Hutan Rakyatdi Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Jurnal Sylva Lestari, 7 (2):164-173.

Gunawan. Dan K. Umam. 2010. Potensi Dan Pengembangan Tegakan Hutan Rakyat Jati Dan Mahoni Dijepara.

Herwirawan, F. X., Kusmana, C., Suhendang, E., & Widiatmaka. (2019). Kesesuaian Lahan Untuk Pengelolaan Hutan Rakyat Guna Pengentasan Kemiskinan Di Kawasan Perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 9 (1), 29–39.

Irawanti, S., Suka, A. P., & Ekawati, S. (2017). Peranan Kayu Dan Hasil Bukan Kayu Dari Hutan Rakyat Pada Pemilikan Lahan Sempit: Kasus Kabupaten Pati. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 9 (3), 113–125.

Nuroniah, H. S., & Putri, K. P. (2019). Manual Budidaya Sengon (Falcataria moluccana). Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Departemen Kehutanan

Putranto, B.. 2017. Model Distribusi Diameter Lima Jenis Pohon Pada Hutan Tropika Basah Di Kabupatenmamuju, Sulawesi Barat. Perennial. 6(1), 44-52.

Ritung, S., Nugroho, K., Mulyani, A., & Suryani, E. (2019). Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Rizal, A., Nurhaedah, & Hapsari, E. (2020). Kajian Strategi Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Hutan Rakyat Di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 9 (4), 216–228.

Supriatna, A. H. (2019). Pertumbuhan Tanaman Pokok Jati (Tectona grandis Linn F.) pada Hutan Rakyat di Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang. Tesis. Institut Pertanian Bogor.

Tagfira, Umar, S., & Alam, A. S. (2018). Pendapatan Petani Pengusahaan Kayu Jati (Tectona Grandis) Di Desa Povelua Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala. Jurnal Warta Rimba, 6 (3), 1–

Waysaley, N., A. Thomas, Dan W. Nurmawan. 2018. Analisis Potensi Tegakan Hutan Rakyat Jeniscempaka Di Desa Kawatak Kecamatan Langowan Selatan. Cocos. 1(3)

Widarti, A. (2018). Kontribusi hutan rakyat untuk kelestarian lingkungan dan pendapatan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia, 1 (7), 1622–1626.

Zaenuri, M. (2019). Analisis Strategi Pengembangan Sektor Pertanian Sub Sektor Bahan Pangan di Kabupaten Boyolali. Economics Development Analysis Journal, 4 (4), 385–396

Downloads

Published

2023-12-05

How to Cite

Alam, A. S., & Abdul Wahid. (2023). Edukasi Pengelolaan Hutan Rakyat Sebagai Penghasil Bahan Baku Industri Kayu Olahan di Desa Beraban Kabupaten Parigi Moutong . JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIOLOGI, EDUKASI, DAN KESEHATAN, 1(1), 6–12. https://doi.org/10.56778/jabdimasbioedukes.v1i1.162